POLA JABAR – Akselerasi teknologi di era modern menuntut masyarakat untuk terus memperbarui keterampilan mereka agar tetap relevan. Penguasaan terhadap teknologi mutakhir kini bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan sebuah keharusan untuk bertahan di tengah ketatnya persaingan ekonomi global maupun industri kreatif.
Perkembangan teknologi yang semakin cepat membuat kemampuan digital menjadi kebutuhan penting dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja.
Menjawab tantangan tersebut, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung menghadirkan pelatihan Artificial Intelligence (AI) sebagai ruang belajar bagi masyarakat agar lebih memahami dan memanfaatkan teknologi secara positif.
Langkah taktis yang diambil pemerintah daerah ini rupanya menjadi magnet tersendiri bagi warga yang haus akan ilmu teknologi. Pelatihan ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
Tercatat sebanyak 40 peserta mengikuti pelatihan, sementara pendaftaran yang dibuka selama dua hari mampu menarik hampir 90 pendaftar. Tingginya minat tersebut menunjukkan semakin besarnya kesadaran masyarakat akan pentingnya keterampilan digital di era saat ini.
Bagi pelaku usaha, kehadiran kecerdasan buatan dinilai mampu memotong waktu operasional dan meningkatkan efisiensi kerja secara signifikan. Salah satu peserta, Rhyma Permatasari, pemilik usaha RHITME Innovation menilai, pelatihan ini memberikan manfaat yang sangat relevan dengan bidang yang sedang ia tekuni.
Menurutnya, AI dapat menjadi alat bantu yang mendukung berbagai kebutuhan dalam pengembangan diri dan usaha yang sedang dijalankannya. Pemahaman mengenai ekosistem digital ini membantunya dalam merancang strategi bisnis yang lebih inovatif.
“Materi yang diberikan sangat menarik. Kami diajarkan bagaimana memahami cara kerja AI, membuat perintah atau prompt yang tepat, hingga nantinya praktik langsung. Saya berharap ilmu yang dipelajari selama dua hari ini bisa diterapkan dan memberikan manfaat ke depannya,” ujarnya pada Pelatihan AI, di Kantor Disnaker Kota Bandung, Senin 25 Mei 2026.
Lebih lanjut, Rhyma juga menilai manfaat AI tidak hanya untuk dunia usaha, tetapi juga bagi masyarakat luas, khususnya generasi muda. Pemanfaatan gawai yang bijak di kalangan remaja diharapkan mampu menekan angka pengangguran melalui lahirnya talenta digital baru dari tingkat lokal.