POLA JABAR - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, melakukan tinjauan ke lokasi rawan banjir di RW 08 Kelurahan Babakan, Kecamatan Babakan Ciparay.
Hal tersebut dilakukan olehnya agar bisa melihat langsung kondisi genangan serta untuk merumuskan solusi teknis untuk dapat menyelesaikan masalah banjir yang telah berlangsung tahunan menurut keterangan warga.
Dalam dialog dengan warga dan perangkat kewilayahan, Farhan menyebut perlunya ada pendekatan teknis yang lebih komprehensif daripada penanganan sementara.
Farhan juga menilai secara topografis kawasan tersebut merupakan titik kumpul aliran air dari arah barat ke timur sehingga membutuhkan saluran bawah tanah berkapasitas besar.
“Dari sini air itu berkumpul karena kontur tanahnya. Maka, menurut perhitungan saya, mesti bikin saluran pembuangan air di bawah jalan. Jadi air tetap mengalir lewat bawah tanah,” ujar Farhan.
Dirinya juga berpendapat jika teknologi drum pori yang ada saat ini tidak cukup untuk mengatasi volume air hujan di kawasan tersebut.
“Kita mesti bikin saluran di bawah tanah yang mengarah ke sini. Air itu harus dikasih jalan aliran,”ujarnya.
Farhan pun menjelaskan mengenai kanal atau saluran air besar menjadi opsi yang paling realistis dan efisien dibandingkan alternatif seperti pembangunan danau retensi.
“Lebih mudah dan lebih murah bagi kita menggali saluran ke bawah. Kalau danau retensi itu perlu pembebasan lahan, bisa menggusur warga, dan kapasitasnya belum tentu cukup,” katanya.