POLA JABAR - Sate merupakan salah satu kuliner favorit yang sulit ditolak. Aromanya yang khas saat dibakar diatas arang selalu berhasil menggugah selera. Namun, di balik kelezatannya, sate sering kali dianggap sebagai musuh bagi mereka yang sedang menjaga kadar kolesterol atau kesehatan jantung karena kandungan lemak jenuh dan potensi zat karsinogenik dari bagian yang gosong.
Kabar baiknya, Anda tetap bisa menikmati hidangan ikonik ini tanpa rasa bersalah. Mengacu pada panduan pola makan sehat dari American Heart Association (AHA), ada beberapa langkah cerdas yang bisa dilakukan untuk mengubah sate menjadi sajian yang lebih ramah bagi jantung.
1. Pilih Potongan Daging yang Tepat
Langkah pertama dimulai dengan pemilihan bagian daging. Hindari bagian perut atau paha yang memiliki lapisan lemak tebal. Untuk sate ayam, gunakan bagian dada tanpa kulit.
Jika lebih menyukai daging sapi atau kambing, pilihlah potongan "loin" atau "round" yang memiliki kandungan lemak paling sedikit.
Pastikan untuk membuang semua lemak putih yang terlihat sebelum daging dipotong dadu dan ditusuk.
2. Marinasi dengan Bahan Alami, Bukan Minyak
Banyak orang mengolesi sate dengan minyak kelapa atau mentega agar daging tetap lembap saat dibakar. Sayangnya, ini justru menambah kalori dan lemak jenuh. Sebagai gantinya, manfaatkan teknik marinasi cair.
Gunakan campuran air jeruk nipis, bawang putih, jahe, dan sedikit kecap rendah natrium. Asam dari jeruk nipis tidak hanya memberikan rasa segar, tetapi juga membantu mengempukkan serat daging secara alami sehingga Anda tidak butuh minyak tambahan.