POLA JABAR - Telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang paling fleksibel untuk diolah sekaligus memiliki harga yang relatif terjangkau.
Namun, di balik kemudahannya, telur menyimpan risiko kesehatan yang cukup serius jika dikonsumsi dalam kondisi tidak layak.
Bakteri seperti Salmonella sering kali menjadi ancaman tersembunyi pada telur yang sudah melewati masa kedaluwarsa atau memiliki kerusakan pada cangkangnya.
Banyak konsumen sering kali merasa ragu ketika menemukan telur yang sudah tersimpan cukup lama di dalam lemari es.
Membedakan telur yang masih segar dengan telur yang sudah busuk sebenarnya tidak memerlukan alat laboratorium yang canggih.
Anda bisa melakukannya dengan beberapa teknik sederhana yang bisa dipraktikkan langsung di dapur.
Metode yang paling populer dan akurat adalah uji apung. Secara alami, cangkang telur bersifat porus atau memiliki pori-pori kecil.
Seiring bertambahnya usia telur, kantong udara di dalamnya akan semakin membesar karena cairan di dalam telur menguap dan digantikan oleh udara.
Caranya cukup mudah, Anda hanya perlu menyiapkan wadah berisi air.