POLA JABAR - Bagi sebagian besar pecinta kuliner laut, kata "segar" sering kali dianggap sebagai kasta tertinggi dalam memilih bahan makanan. Namun, dalam industri seafood modern, definisi segar tidak selalu sesederhana baru saja ditangkap dari laut. Melansir data dari SeafoodSource, ada fakta mengejutkan yang sering kali luput dari perhatian konsumen: udang beku bisa jadi jauh lebih "segar" daripada udang yang dipajang di atas tumpukan es di pasar tradisional.
Memahami perbedaan antara keduanya bukan hanya soal rasa, tapi juga menyangkut keamanan pangan, nilai nutrisi, dan efisiensi dapur Anda.
Banyak konsumen menganggap udang yang dijual di bagian fresh seafood adalah udang yang baru saja ditangkap. Padahal, sebagian besar udang tersebut sebenarnya adalah udang beku yang telah dicairkan (thawed) oleh penjual untuk menarik minat pembeli. Begitu udang dicairkan, "jam biologisnya" mulai berdetak cepat, meningkatkan risiko oksidasi dan pertumbuhan bakteri.
Sebaliknya, udang beku berkualitas tinggi biasanya diproses menggunakan teknologi Individually Quick Frozen (IQF). Dalam hitungan jam setelah ditangkap, udang langsung dibekukan pada suhu ekstrim. Proses ini seolah-olah menghentikan waktu, mengunci tekstur, rasa manis alami, dan nutrisinya tepat pada puncak kesegarannya.
Dalam hal rasa, udang segar yang benar-benar baru ditangkap memang memiliki keunggulan pada tekstur yang snappy (garing) dan aroma laut yang murni. Namun, udang ini hanya bisa bertahan maksimal 1–2 hari dalam suhu lemari es biasa sebelum kualitasnya menurun drastis.
Udang beku dengan teknologi IQF menawarkan konsistensi. Karena dibekukan secara individual, kristal es yang terbentuk sangat kecil sehingga tidak merusak dinding sel daging udang. Hasilnya, saat dicairkan dengan benar, tekstur udang tetap kenyal dan tidak lembek. Ini adalah alasan mengapa banyak restoran bintang lima justru lebih memilih stok udang beku untuk menjaga standarisasi rasa sepanjang tahun.
Berdasarkan analisis nutrisi, hampir tidak ada perbedaan signifikan antara udang beku dan segar. Keduanya tetap menjadi sumber protein tinggi, rendah kalori, serta kaya akan mineral seperti selenium dan vitamin B12.
Dari sisi keamanan, udang beku memiliki keunggulan karena suhu beku mematikan atau menghambat pertumbuhan sebagian besar mikroorganisme berbahaya. Selain itu, udang beku lebih minim risiko kontaminasi selama proses distribusi jarak jauh dibandingkan udang segar yang harus dijaga ketat suhu transportasinya agar tidak rusak di jalan.
Tips Cerdas Memilih Udang Beku dan Segar