POLA JABAR - Almond merupakan salah satu camilan sehat paling populer di dunia. Selain kaya akan lemak sehat, protein, dan vitamin E, teksturnya yang renyah membuatnya menjadi favorit banyak orang. Namun, karena kandungan lemak alaminya yang tinggi, almond sangat rentan terhadap proses oksidasi yang bisa menyebabkan rasa tengik.

Banyak orang bertanya-tanya, apakah almond yang sudah lama disimpan di lemari dapur masih aman dikonsumsi? Merujuk pada standar keamanan pangan dari FoodSafety.gov, berikut adalah rincian mengenai masa simpan dan cara terbaik menjaga kualitas almond Anda.

Masa Simpan Almond Berdasarkan Lokasi Penyimpanan

Lama penyimpanan almond sangat bergantung pada suhu dan paparan cahaya. Secara umum, almond memiliki daya tahan yang jauh lebih lama dibandingkan kacang-kacangan lainnya jika disimpan dengan benar.

  • Penyimpanan di Suhu Ruangan (Pantry): Jika Anda menyimpan almond di dalam lemari dapur yang sejuk dan gelap, almond biasanya dapat bertahan antara 6 hingga 12 bulan. Pastikan wadah tertutup rapat untuk menghindari kelembapan udara.

    Penyimpanan di Lemari Es (Kulkas): Suhu dingin sangat efektif memperlambat proses oksidasi. Di dalam kulkas, almond bisa tetap segar hingga 1 tahun atau lebih. Ini adalah pilihan terbaik jika Anda sering mengonsumsi almond dalam waktu dekat.

    Penyimpanan di Freezer: Untuk penyimpanan jangka panjang, freezer adalah solusinya. Almond yang dibekukan dalam wadah kedap udara dapat bertahan hingga 2 tahun tanpa kehilangan kualitas rasanya secara signifikan.

    Mengapa Almond Bisa Rusak?

    Almond mengandung lemak tak jenuh yang baik untuk jantung, namun lemak inilah yang membuatnya sensitif. Musuh utama almond adalah panas, cahaya, dan oksigen. Ketika terpapar elemen-elemen ini, lemak dalam almond akan pecah dan menghasilkan bau serta rasa "tengik" (rancid).