POLA JABAR - Udang merupakan salah satu sumber protein laut yang paling digemari karena rasanya yang manis dan proses memasaknya yang cepat. Namun, dibalik kelezatannya, udang termasuk bahan makanan yang sangat sensitif (perishable). Jika salah dalam penanganan dan penyimpanan, udang tidak hanya kehilangan tekstur kenyalnya, tetapi juga bisa menjadi sarang bakteri berbahaya seperti Vibrio atau Salmonella.

Merujuk pada panduan keamanan pangan dari Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), menjaga rantai dingin (cold chain) adalah kunci utama. Berikut adalah langkah-langkah detail yang harus Anda lakukan untuk memastikan udang di dapur Anda tetap berkualitas premium.

1. Penanganan Segera Setelah Pembelian

Langkah pertama dimulai sejak Anda berada di pasar atau supermarket. USDA menyarankan agar produk laut menjadi belanjaan terakhir yang Anda ambil sebelum menuju kasir. Segera bawa pulang dan masukkan ke dalam suhu dingin. 

Jika perjalanan menuju rumah memakan waktu lebih dari 30 menit, sangat disarankan untuk membawa cooler bag atau wadah berisi es batu agar suhu udang tidak naik drastis.

2. Cara Membersihkan Sebelum Disimpan

Sebelum masuk ke wadah penyimpanan, cuci udang di bawah air mengalir yang dingin. Anda bisa memilih untuk mengupas kulitnya atau membiarkannya utuh. Namun, perlu diingat bahwa udang yang disimpan bersama kulitnya cenderung memiliki perlindungan lebih terhadap "freezer burn" (kekeringan akibat suhu beku). 

Pastikan Anda meniriskan airnya hingga benar-benar kering menggunakan tisu dapur, karena kelembapan berlebih bisa mempercepat pembusukan.

3. Penyimpanan di Dalam Lemari Es (Chiller)