POLA JABAR - Menjalankan ibadah puasa bukan berarti produktivitas dan energi Anda harus menurun. Tantangan utama saat berpuasa adalah bagaimana tubuh dapat mengelola cadangan energi dalam periode waktu yang cukup panjang tanpa asupan nutrisi eksternal.

Seringkali, rasa lemas dan pusing yang muncul bukan disebabkan oleh puasanya itu sendiri, melainkan karena kesalahan dalam memilih komposisi makanan saat sahur dan berbuka.

Mengacu pada prinsip-prinsip kesehatan yang diulas oleh Healthline, berikut adalah panduan nutrisi strategis untuk memastikan tubuh Anda tetap tangguh dan tidak melemah selama menjalankan ibadah puasa.

Prioritaskan Karbohidrat Kompleks dengan Indeks Glikemik Rendah

Banyak orang cenderung memilih makanan manis atau karbohidrat sederhana seperti nasi putih dan tepung-tepungan saat sahur karena dianggap memberikan energi instan.

Faktanya, makanan jenis ini memicu lonjakan gula darah yang cepat diikuti dengan penurunan drastis, yang justru membuat Anda merasa lapar dan lemas hanya beberapa jam setelah subuh.

Solusi terbaik adalah mengonsumsi karbohidrat kompleks yang kaya serat, seperti gandum utuh, nasi merah, quinoa, atau ubi jalar.

Serat membantu memperlambat proses pencernaan, sehingga energi dilepaskan secara bertahap ke dalam aliran darah. Hal ini memastikan level glukosa Anda tetap stabil dan memberikan stamina yang lebih konsisten hingga waktu berbuka tiba.

Protein: Kunci Menahan Rasa Lapar Lebih Lama