POLAJABAR.COM - Tragedi memilukan terjadi di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada hari Rabu, 8 Juli 2026, yang merenggut nyawa tiga orang warga setempat. Peristiwa nahas ini dipicu oleh ledakan proyektil jenis mortir kaliber 81 Komando yang terjadi di area permukiman.
Korban meninggal dunia merupakan warga dari Kampung Ciparang, yang secara spesifik beralamat di RT 04/RW 07, Desa Cipatat. Insiden ini menyebabkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan di wilayah tersebut.
Peristiwa tragis tersebut tercatat terjadi pada Rabu siang, tepatnya sekitar pukul 10.30 WIB. Waktu kejadian ini menjadi penanda dimulainya respons cepat dari pihak kepolisian setempat dalam menangani situasi darurat tersebut.
Setelah menerima informasi mengenai ledakan yang menimbulkan korban jiwa, pihak kepolisian segera bergerak menuju lokasi kejadian. Langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan evakuasi terhadap seluruh korban yang terdampak ledakan mortir tersebut.
Awalnya, perkembangan kondisi korban menunjukkan bahwa terdapat dua orang yang langsung dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian. Sementara itu, satu orang lainnya dilaporkan mengalami luka serius dan segera dibawa dalam kondisi kritis untuk mendapatkan perawatan intensif.
Sayangnya, meskipun telah diberikan upaya penyelamatan maksimal, korban yang sempat dalam kondisi kritis tersebut akhirnya menghembuskan napas terakhirnya pada Rabu petang. Hal ini menambah jumlah total korban jiwa dalam insiden ini menjadi tiga orang.
"Awalnya ada dua korban meninggal dunia dan seorang lainnya kritis, namun korban kritis akhirnya meninggal dunia pada Rabu petang," demikian keterangan mengenai perkembangan kondisi korban yang diterima pihak berwenang.
Pihak kepolisian terus melakukan pendalaman lebih lanjut mengenai sumber dan penyebab pasti dari mortir yang meledak tersebut. Proses investigasi dilakukan secara hati-hati untuk memastikan semua aspek kejadian dapat terungkap.
Dikutip dari sumber berita, insiden ini menjadi perhatian serius bagi aparat keamanan setempat untuk memastikan keamanan wilayah pasca kejadian. Penanganan TKP dan penyelidikan terus berjalan sesuai prosedur yang berlaku.
