POLAJABAR.COM – Yayasan Dharma Bhakti Astra (Yayasan Astra-YDBA) menyatakan telah mendampingi 2.030 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) aktif di 21 wilayah Indonesia hingga 2026.
Salah satu UMKM yang mengikuti program pelatihan tersebut adalah PT Kawani Tekno Nusantara (Kawani), perusahaan manufaktur dan fabrikasi berbasis job order yang berlokasi di Bandung.
Menurut Yayasan Astra-YDBA, pembinaan UMKM dilakukan melalui penguatan mentalitas usaha, peningkatan kapabilitas bisnis, serta penerapan standar Quality, Cost, and Delivery (QCD). Pendekatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesiapan UMKM dalam memenuhi kebutuhan pelanggan dan persyaratan industri.
Salah satu program yang dijalankan adalah Program Development bagi UMKM Manufaktur, yang merupakan kolaborasi Yayasan Astra-YDBA dengan enam Agen Pemegang Merek (APM) Grup Astra. Program tersebut meliputi pelatihan, pendampingan, dan asesmen sebagai bagian dari proses peningkatan kapasitas UMKM.
Kawani telah menjadi UMKM binaan Yayasan Astra-YDBA sejak sekitar tahun 1990. Selama mengikuti pelatihan, perusahaan melakukan sejumlah pengembangan, antara lain pada sistem manajemen, kendali mutu, dan proses produksi yang beralih dari sistem konvensional menuju digital.
Perusahaan juga mencatat sejumlah pencapaian, di antaranya meraih Juara 1 Kompetisi 5R UMKM pada tahun 2023, 2024, dan 2025, memperoleh status UMKM Mandiri pada tahun 2024, serta mendapatkan sertifikasi ISO.
Direktur PT Kawani Tekno Nusantara, Yadi Nugraha, mengatakan tantangan utama dalam bisnis job order adalah kemampuan beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan pelanggan.
"Tantangan terbesar dalam bisnis job order seperti kami adalah harus selalu siap menghadapi perubahan setiap saat. Justru dari situ saya paling senang ketika mendapatkan pekerjaan unik yang bisa menurunkan biaya produksi dan meningkatkan keuntungan. Itu yang terus menjadi semangat kami," kata Yadi.
Sementara itu, General Manager PT Kawani Tekno Nusantara, Amjad Nugraha, mengatakan pelatihan yang diterima perusahaan berkontribusi terhadap perubahan sistem kerja di Kawani.
