POLA JABAR – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, secara resmi mendorong Kelurahan Cibangkong, Kecamatan Batununggal, untuk bertransformasi menjadi pusat pengolahan sampah terpadu berbasis kewilayahan. Langkah strategis ini diharapkan mampu menjadi solusi bagi kelurahan sekitar yang memiliki keterbatasan lahan dalam mengelola sampah.
Rencana tersebut disampaikan Farhan dalam agenda monitoring Siskamling Siaga Bencana ke-79 di RW 03 Kelurahan Cibangkong, Kamis (29/1/2026).
Menurut Farhan, Kelurahan Cibangkong memiliki potensi besar karena memiliki beberapa titik lahan yang representatif, terutama di wilayah RW 11, RW 06, RW 03, dan RW 02. Ia menekankan pentingnya pendataan matrikulasi lahan agar distribusi sampah dari wilayah lain dapat terkelola dengan baik tanpa menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar.
“Kita perlu data matrikulasi yang akurat. Jika ada kelurahan sekitar yang tidak punya lahan, sampah mereka bisa diarahkan ke sini, asalkan standar pengolahannya benar dan terkelola secara profesional,” tegas Farhan.
Lurah Cibangkong, Desi Wulandari, menyambut positif arahan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa Wali Kota menaruh perhatian khusus pada kawasan Buruan Sae di RW 03. Lahan yang cukup luas di lokasi tersebut dinilai sangat ideal untuk dikembangkan sebagai lokasi pengolahan sampah skala besar yang mencakup lintas wilayah.
"Pak Wali melihat langsung potensi di RW 03. Ke depannya, direncanakan sampah dari kelurahan lain bisa diintegrasikan pengolahannya di sini," ujar Desi.
Hingga saat ini, Kelurahan Cibangkong telah menunjukkan progres signifikan dalam kemandirian pengelolaan sampah. Dari total 13 RW, sebanyak empat RW telah resmi menyandang status Kawasan Bebas Sampah (KBS), yaitu:
RW 01
RW 02