POLA JABAR – Program Akselerasi Kewilayahan (Prakarsa) Bandung Utama dalam satu tahun kepemimpinan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mencatatkan rapor hijau. Tak hanya sekadar angka realisasi yang mencapai 96,93 persen, program ini terbukti menghadirkan perubahan nyata dan manfaat yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat di tingkat RW.
Prakarsa merupakan bagian integral dari visi Bandung UTAMA (Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis), khususnya pilar "Terbuka". Kebijakan ini lahir dari kebutuhan riil warga yang dikelola secara transparan dan partisipatif.
Di Kelurahan Cihaurgeulis, Kecamatan Cibeunying Kaler, dana Prakarsa difokuskan pada pengentasan kemiskinan dan perbaikan infrastruktur. Nusaptaji, Ketua RW 06 Kelurahan Cihaurgeulis, mengungkapkan bahwa program ini mampu menutup celah bagi warga yang selama ini belum terakomodasi oleh bantuan sosial reguler pemerintah.
"Sebelum program ini berjalan, lingkungan kurang tertata. Sekarang, jalan lingkungan lebih rapi dan nyaman. Pembangunan berbasis data LACI RW memastikan semua bantuan tepat sasaran," jelas Nusaptaji.
Sri Asih, seorang lansia penerima manfaat, merasa sangat terbantu dengan perhatian Pemkot Bandung. Ia berharap dukungan bagi kaum lanjut usia seperti dirinya dapat terus berlanjut secara intensif setiap bulan.
Lain halnya di Kelurahan Pasirbiru, Kecamatan Cibiru. Prakarsa diwujudkan melalui inovasi bernama Program Balur (Bantuan Ayam Petelur). Menurut Ketua RW 09, Irwan Budyawan, program ini menyasar balita yang terindikasi stunting untuk mendapatkan asupan protein hewani yang cukup.
“Balur bukan hanya soal kesehatan, tapi kontribusi nyata meningkatkan taraf hidup keluarga melalui ketahanan pangan,” ujar Irwan. Dampaknya terlihat jelas pada meningkatnya aktivitas Posyandu dan perubahan perilaku warga menuju pola makan yang lebih sehat.
Masalah lingkungan menjadi fokus di Kelurahan Cisaranten Wetan, Kecamatan Cinambo. Dana Prakarsa digunakan untuk merehabilitasi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang sebelumnya rusak diterjang puting beliung.
Ade Said dari Seksi Lingkungan RW 02 menjelaskan, perbaikan mencakup renovasi atap, gerbang, hingga pemasangan CCTV. "Dengan CCTV, kami bisa memantau dan menindak warga luar yang membuang sampah sembarangan," tegasnya. Keberadaan TPS yang rapi kini mendorong warga lebih disiplin dalam memilah sampah dari rumah.