POLA JABAR - Kejadian yang tidak mengenakan terjadi kepada para pedagang di Pujasera Telkom University, yang berlokasi di Jalan Sukabirus, Desa Sukapura, Kecamatan Dayeuhkolot.

Kejadian tersebut adalah adanya aksi pemalsuan kode pembayaran digital (QRIS) yang menimpa lapak-lapak dagangan mereka. 

Kejadian tersebut bisa terungkap setelah para pedagang menyadari ada transaksi penjualan melalui QRIS milik mereka tidak lagi masuk ke rekening yang seharusnya.

Kejadian ini viral di media sosial terjadi pada Hari Sabtu 11 Oktober 2025 setelah beberapa pedagang membagikan temuan bahwa barcode QRIS di lapak mereka ternyata sudah ditempeli dengan barcode palsu milik pihak lain. yang mengakibatnya, uang hasil transaksi penjualan justru masuk ke rekening orang tak dikenal bukan ke para pedagang.

Salah seorang pedagang, bernama Karna (37), pemilik Warung Warsa di kawasan Pujasera Telkom University, mengungkapkan jika kasus tersebut pertama kali diketahui oleh pedagang di area Gate 2. 

“Awalnya saya dengar dari pedagang lain, katanya transaksi QRIS mereka tidak masuk. Setelah dicek, ternyata barcode-nya ditempeli barcode lain,” ujarnya, Senin 13 Oktober 2025.

Karna juga mengungkapkan, setelah dilakukan pengecekan diketahui bahwa kejadian serupa juga menimpa banyak pedagang lain di kawasan yang sama. 

“Kalau saya tahu, mungkin ada puluhan kios yang kena. Di sini saja dua, di Gate 2 ke sana lebih banyak lagi,” katanya.

Para pedagang pun baru menyadari hal tersebut setelah melihat tidak ada transaksi yang masuk ke rekening masing-masing meski pembeli sudah melakukan pembayaran melalui QRIS.