POLA JABAR - Bagi para pencinta makanan laut, udang sering kali menjadi primadona di atas meja makan. Namun, di balik kelezatannya, masih banyak orang yang ragu mengkonsumsi udang karena kekhawatiran akan kadar kolesterolnya. Padahal, jika meninjau data dari Medical News Today, udang merupakan salah satu sumber protein hewani paling bersih dan rendah lemak yang bisa Anda temukan.
Secara teknis, udang adalah makanan yang sangat padat nutrisi. Hal ini berarti udang mengandung banyak vitamin dan mineral namun dengan jumlah kalori yang relatif sedikit. Dalam porsi 100 gram udang matang, Anda hanya mendapatkan sekitar 99 kalori. Menariknya, sekitar 90% dari kalori tersebut berasal dari protein, sementara lemak hanya menyumbang porsi yang sangat kecil.
Selain protein, udang juga menyediakan lebih dari 20 jenis vitamin dan mineral yang berbeda. Beberapa yang paling menonjol adalah Selenium, Vitamin B12, dan Zat Besi. Selenium berperan penting dalam mengurangi peradangan dan meningkatkan kesehatan jantung, sementara B12 sangat krusial untuk fungsi saraf dan pembentukan sel darah merah.
Salah satu alasan mengapa pakar kesehatan merekomendasikan udang adalah profil lemaknya yang sehat. Berbeda dengan daging merah yang tinggi lemak jenuh, udang hampir tidak mengandung lemak jenuh sama sekali. Sebagian besar lemak dalam udang adalah asam lemak Omega-3, yang dikenal luas bermanfaat untuk menjaga kesehatan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah.
Meskipun udang mengandung kolesterol, penelitian terbaru menunjukkan bahwa bagi kebanyakan orang, kolesterol makanan memiliki dampak yang jauh lebih kecil terhadap kadar kolesterol darah dibandingkan dengan lemak jenuh dan lemak trans. Oleh karena itu, udang tetap dianggap sebagai komponen diet sehat jantung (heart-friendly diet).
Ada satu nutrisi unik dalam udang yang jarang ditemukan pada sumber protein lain, yaitu Astaxanthin. Ini adalah jenis antioksidan karotenoid yang memberikan warna merah pada udang saat dimasak.
Astaxanthin memiliki kemampuan luar biasa dalam menangkal radikal bebas. Beberapa studi menunjukkan bahwa zat ini dapat membantu memperkuat arteri, yang pada gilirannya menurunkan risiko serangan jantung. Selain itu, antioksidan ini juga dikenal baik untuk kesehatan otak dengan cara mencegah kerusakan sel-sel saraf.
Cara Terbaik Mengkonsumsi Udang agar Tetap Sehat
Manfaat kesehatan udang sangat bergantung pada cara pengolahannya. Agar kandungan lemaknya tetap rendah, hindari memasak udang dengan cara digoreng tepung (deep-fried) atau disajikan dengan saus mentega yang berlebihan.