POLA JABAR - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa kesuksesan pembangunan di wilayah perkotaan sangat bergantung pada andil aktif masyarakat hingga ke level akar rumput.
Pesan tersebut disampaikan Farhan dalam sesi dialog dengan para pengurus RW serta penduduk di Kelurahan Tamansari, yang merupakan bagian dari agenda Siskamling Siaga Bencana dan Prakarsa pada Selasa, 13 Januari 2026.
Farhan mengungkapkan bahwa dirinya secara rutin turun ke lapangan setiap hari kerja demi berinteraksi langsung dengan warga dan memetakan berbagai kendala nyata. Saat ini, frekuensi kunjungan tersebut ditingkatkan hingga menyasar puluhan titik dalam sehari.
Menurut Farhan, terjun langsung ke lokasi adalah langkah krusial. Sebab, di tengah padatnya situasi Kota Bandung, banyak persoalan mendesak yang tidak akan terdeteksi jika hanya dipantau dari balik meja.
Ia mencontohkan temuannya saat menyambangi kawasan Lebak Siliwangi. Di sana, Farhan melihat adanya permukiman yang sangat berdekatan dengan pohon-pohon besar berusia tua.
Kondisi tersebut dianggap membahayakan lantaran dahan pohon perlu segera dirapikan, namun keterbatasan lahan menyulitkan proses pemangkasan tanpa mengenai rumah penduduk.
“Ini gambaran nyata betapa padatnya Kota Bandung. Kalau kita tidak datang langsung, kita tidak akan tahu ada persoalan seperti ini,” ujarnya.
Wali Kota memaparkan bahwa terdapat tiga mekanisme utama bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan, yakni Musrenbang, reses DPRD, dan program Prakarsa. Mengingat tidak semua aspirasi terserap di dua jalur awal, skema Prakarsa hadir sebagai solusi.
“Karena itu ada Prakarsa. Di sinilah warga bermusyawarah menentukan prioritas kebutuhan. Tahun pertama ini, setiap RW mendapatkan alokasi Rp100 juta per tahun,” jelasnya.