POLA JABAR  – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mendorong generasi muda, khususnya Gen Z dan kalangan mahasiswa, untuk lebih proaktif dalam mengawal jalannya pemerintahan. Dalam sebuah diskusi interaktif, Farhan menekankan bahwa suara pemuda sangat dibutuhkan untuk menjaga kualitas kebijakan publik melalui kritik yang berbobot.

Pesan ini disampaikan Farhan dalam acara sharing session bertema “Peran Gen Z dalam Memberikan Saran dan Kritik kepada Wakil Rakyat” yang berlangsung di kantor DPW PKS Jawa Barat, Sabtu 14 Maret 2026. Menurutnya, kritik bukan sekadar keluhan, melainkan harus didasari pada kajian yang mendalam.

Farhan menilai bahwa di era digital saat ini, generasi muda memiliki akses luas terhadap informasi. Oleh karena itu, ia menantang para mahasiswa untuk menggunakan kemajuan teknologi tersebut sebagai alat pengawasan kebijakan.

"Mahasiswa harus melakukan riset. Manfaatkan teknologi yang ada sekarang. Hasil riset itu kemudian jadikan bahan untuk memberikan kritik kepada pemerintah,” ujar Farhan dengan tegas.

Ia menambahkan bahwa pemerintah membutuhkan perspektif dari luar agar tidak terjebak dalam pola pikir yang sempit.

“Pemerintah jangan dibiarkan asyik sendiri. Kami ini harus dikritik. Kadang memang tidak enak dikritik, tetapi itu perlu agar pemerintah tidak hanya melihat persoalan dari satu sudut pandang saja,” lanjutnya.

Kritik yang didukung oleh data dan riset yang kuat diyakini Farhan akan bermuara pada solusi bagi berbagai permasalahan kota. Proses tarik-ulur antara kebijakan dan masukan masyarakat adalah bagian dari dinamika demokrasi yang sehat.

“Ketika ada kritik, kita harus berpikir ulang, mencari jalan keluar yang lebih baik. Dari situ justru sering muncul solusi baru,” ungkap Farhan di hadapan para pelajar dan mahasiswa se-Bandung Raya.

Senada dengan Wali Kota, Anggota DPRD Jawa Barat Tedy Rusmawan menyambut baik ruang dialog seperti ini. Ia berharap generasi muda tidak hanya berdiam diri, tetapi ikut berkontribusi dalam ide pembangunan, terutama saat ini Jawa Barat sedang memprioritaskan sektor infrastruktur dan pendidikan, termasuk rencana pembangunan SMA dan SMK baru.