POLA JABAR - Pemerintah Kota Bandung mengambil langkah serius dalam mengatasi semrawutnya tata tertib lalu lintas. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memastikan bahwa praktik parkir liar di sejumlah wilayah strategis akan ditindak tegas melalui kolaborasi intensif antar perangkat daerah.

Menurut Farhan, permasalahan parkir liar bersifat spesifik dan terkonsentrasi di area dengan aktivitas ekonomi maupun mobilitas tinggi. Oleh karena itu, penanganannya memerlukan sinergi yang kuat dan tidak bisa dilakukan secara mandiri oleh satu instansi saja.

“Parkir liar itu sekarang harus menjadi kerja bersama antara Satpol PP, Dishub, dan kewilayahan. Karena kan tidak semua wilayah, hanya beberapa wilayah tertentu saja,” ujar Farhan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah memetakan titik-titik yang selama ini menjadi pusat pelanggaran. Di lokasi-lokasi tersebut, pengawasan akan ditingkatkan melalui patroli rutin yang melibatkan berbagai unsur terkait secara berkelanjutan.

“Di wilayah-wilayah yang sudah dikenal sebagai wilayah parkir liar inilah yang akan melibatkan banyak pihak untuk melakukan patroli,” katanya.

Langkah represif juga telah disiapkan bagi mereka yang kedapatan melanggar aturan. Farhan menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi oknum atau warga yang nekat melakukan parkir liar, demi menjaga kenyamanan publik dan kelancaran arus lalu lintas di Kota Bandung.

“Kalau tertangkap, pasti langsung kita proses pidana,” tegasnya.

Melalui penegakan hukum yang konsisten dan kerja sama lintas sektor, Pemkot Bandung optimis dapat menekan angka pelanggaran parkir liar secara signifikan. Upaya ini diharapkan dapat memberikan dampak positif langsung terhadap ketertiban umum serta keamanan masyarakat di kawasan dengan tingkat mobilitas tinggi.***