POLA JABAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menerima kunjungan lapangan peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Kementerian Luar Negeri (Sesparlu) Angkatan ke-78 di Balai Kota Bandung, Senin, 30 Maret 2026. Kehadiran para diplomat senior ini bertujuan untuk mendalami berbagai inovasi kebijakan dan praktik terbaik yang telah diterapkan di Kota Kembang.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyambut hangat para peserta yang merupakan diplomat berpengalaman dengan masa tugas lebih dari sepuluh tahun. Selama masa studi yang berlangsung hingga Kamis 2 April 2026, para peserta akan meninjau langsung perkembangan kota di berbagai sektor strategis.
“Mereka adalah para diplomat yang sudah bertugas lebih dari 10 tahun dan sedang meningkatkan kapasitas serta kompetensinya. Selama beberapa hari ke depan, mereka akan melihat langsung bagaimana Kota Bandung berkembang,” ujar Farhan.
Beliau menegaskan bahwa Bandung bukan sekadar destinasi wisata, melainkan kota kosmopolitan yang memiliki akar sejarah kuat dalam melahirkan gagasan besar dunia. Melalui kolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri, diharapkan potensi Bandung dapat dipromosikan lebih luas di level global.
Direktur Sesparlu Kementerian Luar Negeri, Bhima Dwipayudhanto, menjelaskan bahwa sebanyak 29 diplomat mengikuti agenda ini. Pemilihan Bandung didasarkan pada reputasi kota ini sebagai pionir dalam hal:
Inovasi Kebijakan: Tata kelola pemerintahan yang progresif.
Ekonomi Kreatif: Kekuatan sektor kreatif yang sudah diakui internasional.
Pengelolaan Lingkungan: Fokus pada teknologi waste to energy dan pembangunan berkelanjutan.
Para peserta dijadwalkan mendatangi berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan observasi mendalam. Hasil dari studi lapangan ini diharapkan menjadi bekal kuat bagi para diplomat saat bertugas di mancanegara kelak.