POLA JABAR – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang membayangi periode libur Lebaran 2026. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyebutkan bahwa terdapat tiga provinsi yang menjadi fokus perhatian utama karena berpotensi mengalami hujan lebat dalam beberapa hari ke depan.
"Tiga provinsi tersebut adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan," ujar Faisal usai melakukan pemantauan pengamanan malam takbiran di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jumat (20/3/2026).
Operasi Modifikasi Cuaca Disiagakan
Menyikapi potensi hujan ekstrem yang dapat mengganggu kelancaran arus mudik dan balik, BMKG bersama instansi terkait telah menyiagakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Operasi ini difokuskan di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
"Ini bersifat situasional. Apabila terpantau potensi hujan ekstrem, modifikasi cuaca segera dilakukan untuk menurunkan intensitas hujan sekitar 20 hingga 50 persen guna menjaga keamanan jalur transportasi," jelas Faisal.
Pantauan Penerbangan dan Pelayaran
Meskipun terdapat potensi hujan lebat di daratan, BMKG melaporkan bahwa kondisi jalur komunikasi laut dan udara secara umum masih kondusif:
- Jalur Laut: Angin dan arus laut dinilai cukup tenang sehingga tidak mengganggu pelayaran secara signifikan, meski terdapat pengaruh Siklon Tropis Narelle di wilayah selatan Indonesia.
- Jalur Udara: Terdapat pantauan awan Cumulonimbus (Cb) di beberapa lokasi bagian timur Indonesia, namun rute penerbangan utama di wilayah barat masih relatif aman.