POLA JABAR – Situasi arus lalu lintas di sepanjang jalur utama Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terpantau masih mengalami kepadatan hingga malam menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Volume kendaraan didominasi oleh pemudik jarak dekat dengan tujuan berbagai kota/kabupaten di Jawa Barat serta sejumlah kecamatan di wilayah Cianjur sendiri.

Berdasarkan pantauan di lapangan, arus kendaraan roda dua terlihat mendominasi pergerakan sejak pagi hingga petang, terutama yang mengarah ke wilayah timur dan selatan Cianjur. Petugas kepolisian di sejumlah pos pengamanan terus melakukan pengaturan intensif guna memastikan arus tetap mengalir normal.

Rekayasa Lalu Lintas dan Penyekatan

Guna mencegah terjadinya penumpukan di pusat kota, Satlantas Polres Cianjur memberlakukan beberapa skema penyekatan arus:

  • Bundaran Tugu Lampu Gentur: Jalur langsung menuju Kota Cianjur ditutup dan dialihkan ke jalur By Pass-Cianjur.
  • Jalan Raya Bandung-Cianjur: Kendaraan diarahkan menuju jalan lingkar selatan tepatnya di Tugu Pramuka untuk menghindari antrean panjang.
  • Jalur Selatan: Arus menuju kecamatan seperti Campaka, Sindangbarang, hingga Cidaun terpantau padat merayap oleh pemudik sepeda motor.

Puncak Arus Telah Terlewati

Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Aang Andi Suhandi, menjelaskan bahwa puncak arus mudik sebenarnya telah terjadi pada Kamis (19/3/2026). Saat itu, ratusan ribu kendaraan bernomor polisi Jabodetabek dan Banten melintasi wilayah Cianjur.

"Meskipun puncak sudah terlewati, ratusan petugas di masing-masing pos pengamanan tetap disiagakan hingga malam H-1 lebaran untuk mengantisipasi lonjakan pemudik jarak dekat," ujar AKP Aang. Titik yang menjadi perhatian khusus karena sering tersendat antara lain Jalan Raya Cipanas, Ciranjang, Warungkondang, dan Gekbrong.

Imbauan Keamanan dan Cuaca Ekstrem