POLA JABAR - Udang merupakan salah satu primadona dalam dunia kuliner laut. Selain rasanya yang gurih dan manis, udang dikenal sebagai sumber protein berkualitas tinggi, rendah kalori, serta kaya akan mineral penting seperti selenium dan yodium. Namun, seperti pepatah lama yang mengatakan bahwa segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, mengkonsumsi udang dalam porsi yang tidak terkontrol dapat memicu berbagai gangguan kesehatan.
Berdasarkan tinjauan medis dari WebMD, ada beberapa poin krusial yang perlu diperhatikan sebelum Anda memesan porsi udang tambahan pada makan malam berikutnya.
1. Ancaman Kolesterol yang Mengintai
Salah satu isu utama yang sering dikaitkan dengan udang adalah kandungan kolesterolnya. Dalam satu porsi kecil (sekitar 100 gram) udang, terkandung sekitar 189 miligram kolesterol. Jumlah ini mencakup lebih dari setengah dosis harian yang disarankan bagi rata-rata orang dewasa.
Bagi individu yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap kolesterol makanan (hyper-responders), konsumsi udang yang berlebihan dapat meningkatkan kadar LDL atau kolesterol jahat dalam darah. Jika dibiarkan dalam jangka panjang, penumpukan kolesterol ini bisa memicu pembentukan plak di pembuluh darah yang berujung pada risiko penyakit jantung dan stroke.
2. Risiko Reaksi Alergi yang Mendadak
Udang termasuk dalam kelompok kerang-kerangan (shellfish) yang merupakan salah satu pemicu alergi makanan paling umum di dunia. Bahkan bagi seseorang yang sebelumnya merasa baik-baik saja, alergi udang bisa muncul secara tiba-tiba di usia dewasa akibat konsumsi yang terlalu sering atau dalam jumlah besar.
Reaksi alergi ini dipicu oleh protein yang disebut tropomyosin. Gejalanya bisa bervariasi, mulai dari yang ringan seperti gatal-gatal pada kulit, pembengkakan pada bibir dan wajah, hingga kondisi fatal yang disebut anafilaksis. Anafilaksis adalah keadaan darurat medis di mana saluran pernapasan menyempit dan tekanan darah turun drastis, yang memerlukan penanganan medis segera.
3. Kandungan Natrium yang Tersembunyi