POLA JABAR – Tantangan terbesar dalam menyukseskan program imunisasi nasional saat ini bukan lagi sekadar urusan medis, melainkan strategi komunikasi publik.
Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Dante Saksono Harbuwono, dalam Forum Tematik Bakohumas di Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Acara yang digelar bertepatan dengan Pekan Imunisasi Dunia (PID) 2026 ini menyoroti bagaimana arus informasi di era digital sangat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap vaksinasi.
Wamenkes Dante menekankan bahwa pemerintah tengah berjuang melawan narasi-narasi menyesatkan yang merusak kepercayaan publik.
Menurutnya, transformasi kesehatan memerlukan orkestrasi komunikasi yang solid dan serempak di seluruh lini pemerintahan.
"Kita menghadapi arus misinformasi dan disinformasi yang masif, mulai dari isu keamanan vaksin, kehalalan, hingga narasi menyesatkan yang melemahkan kepercayaan masyarakat. Transformasi sistem kesehatan yang sedang kita jalankan menempatkan komunikasi publik sebagai pilar penting yang membutuhkan orkestrasi kuat, terstruktur, dan serempak," ujar Wamenkes Dante.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Aji Muhawarman, melaporkan adanya tren kenaikan kasus anak yang sama sekali belum mendapatkan imunisasi (zero dose).
Data tahun 2025 menunjukkan angka anak dengan zero dose DPT-HB-Hib mencapai 991.022 anak, mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.
Kondisi ini dipicu oleh disrupsi informasi yang menyebabkan keengganan orang tua untuk membawa anak mereka ke fasilitas kesehatan.