POLA JABAR - Menikmati hidangan laut atau seafood seperti kepiting memang memberikan sensasi kuliner yang luar biasa. Namun, di balik kelezatannya, kepiting termasuk komoditas yang sangat rentan terhadap pembusukan dan kontaminasi bakteri. Mengkonsumsi kepiting yang sudah tidak segar bukan hanya merusak rasa, tetapi juga berisiko tinggi menyebabkan keracunan makanan serius.

Merujuk pada standar keamanan pangan global seperti FoodSafety.gov, integritas bahan pangan laut sangat bergantung pada cara penanganan dan suhu penyimpanan. Lantas, bagaimana cara kita memastikan bahwa kepiting yang akan dimasak masih aman untuk tubuh?

Berikut adalah panduan detail mengenai tanda-tanda kepiting yang sudah tidak layak konsumsi:

1. Aroma Amonia yang Menyengat

Salah satu indikator paling akurat dalam menilai kesegaran seafood adalah indra penciuman. Kepiting segar seharusnya memiliki aroma laut yang khas, ringan, dan tidak mengganggu. Jika Anda mencium bau amis yang sangat tajam, bau busuk, atau aroma menyerupai amonia (seperti bau pembersih lantai), segera urungkan niat untuk memasaknya. Bau amonia menandakan bahwa jaringan otot kepiting telah mulai membusuk dan bakteri sedang berkembang biak dengan cepat.

2. Kondisi Cangkang yang Berlendir dan Berubah Warna

Secara visual, kepiting yang masih bagus memiliki cangkang yang bersih dan keras (kecuali jenis kepiting cangkang lunak/soka). Perhatikan permukaan cangkangnya; jika terasa lengket atau berlendir saat disentuh, itu adalah tanda adanya koloni bakteri yang mulai menyelimuti tubuh kepiting. Selain itu, waspadai adanya perubahan warna atau bercak-bercak aneh yang tidak wajar pada bagian bawah perut kepiting.

3. Tekstur Daging yang Lembek dan Hancur

Saat sudah dimasak, daging kepiting yang segar akan terasa padat, kenyal, dan mudah dilepaskan dari cangkangnya dalam bentuk potongan utuh. Sebaliknya, kepiting yang sudah tidak layak konsumsi akan memiliki daging yang teksturnya "mushy" atau lembek seperti bubur. Jika dagingnya terasa hancur saat digigit atau terlihat sangat berair dan terlepas dari seratnya, ini menunjukkan bahwa proses dekomposisi protein sudah berjalan jauh.