POLA JABAR – Maraknya tren belanja online dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan aksi penipuan. Salah satu modus yang paling sering memakan korban adalah penipuan berkedok kurir paket yang mengirimkan pesan melalui aplikasi WhatsApp.
Alih-alih mengirimkan foto paket yang asli, penipu biasanya mengirimkan file dengan format tertentu yang bertujuan untuk meretas data pribadi hingga menguras isi rekening korban. Berikut adalah ciri-ciri dan cara kerja modus penipuan ini:
1. Kiriman File Format .APK
Ciri utama dari penipuan ini adalah pengirim pesan akan meminta Anda mengecek foto paket, namun file yang dikirimkan bukan format foto (.JPG atau .PNG), melainkan format aplikasi yaitu .APK. Secara teknis, file ini adalah malware atau sniffing yang jika dipasang (install) akan mencuri data rahasia seperti password, OTP bank, hingga data mobile banking di ponsel Anda.
2. Nomor Pengirim Tidak Dikenal
Kurir resmi dari ekspedisi besar biasanya menggunakan akun bisnis yang terverifikasi (centang hijau) atau menghubungi melalui sistem aplikasi resmi mereka. Jika Anda menerima pesan dari nomor pribadi tanpa identitas jelas yang tiba-tiba menanyakan alamat atau foto paket, segera tingkatkan kewaspadaan Anda.
3. Meminta Informasi Pribadi yang Tidak Lazim
Kurir asli hanya bertugas mengantar paket ke alamat yang sudah tertera. Mereka tidak akan pernah meminta data pribadi seperti NIK, nomor kartu ATM, apalagi kode OTP. Jika pengirim pesan mulai menanyakan hal-hal sensitif tersebut dengan dalih "prosedur pengantaran", bisa dipastikan itu adalah upaya phishing.