POLA JABAR - Semangka sering kali menjadi buah primadona, terutama saat cuaca terik. Kandungan airnya yang mencapai 92 persen menjadikannya pilihan sempurna untuk menghidrasi tubuh. Namun, di balik kesegarannya, tidak semua orang bisa menikmati buah ini dengan aman. Bagi sebagian individu, semangka justru bisa memicu reaksi alergi yang tidak nyaman.
Meskipun kasusnya tidak sepopuler alergi kacang atau susu, alergi semangka adalah kondisi nyata yang perlu dipahami. Fenomena ini sering kali berkaitan erat dengan kondisi yang disebut sebagai Oral Allergy Syndrome (OAS) atau Sindrom Alergi Mulut.
Mengapa Semangka Bisa Memicu Alergi?
Menurut penjelasan dari American Academy of Allergy, Asthma & Immunology (AAAAI), alergi semangka biasanya terjadi karena adanya reaksi silang antara protein dalam buah tersebut dengan serbuk sari tertentu. Kondisi ini sering dialami oleh mereka yang memiliki rinitis alergi atau alergi terhadap serbuk sari lingkungan.
Pemicu utamanya adalah serbuk sari ragweed. Protein yang ditemukan dalam semangka sangat mirip dengan protein dalam serbuk sari ragweed. Akibatnya, sistem kekebalan tubuh "salah mengenali" protein semangka sebagai ancaman, lalu melepaskan histamin yang memicu gejala alergi.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Reaksi alergi semangka umumnya muncul segera setelah buah menyentuh area mulut atau tenggorokan. Gejala yang paling sering dilaporkan meliputi:
Gatal dan Kesemutan: Sensasi gatal yang intens pada bibir, lidah, dan tenggorokan.
Pembengkakan: Terjadi pembengkakan ringan pada bibir atau jaringan lunak di dalam mulut.