POLA JABAR – Meskipun sebagian besar SPBU telah memiliki sertifikasi standar takaran, potensi kecurangan oleh oknum tidak bertanggung jawab masih mungkin terjadi. Modus kecurangan ini bisa berupa pengurangan volume bahan bakar hingga permainan harga yang merugikan dompet konsumen serta kesehatan mesin kendaraan.

Agar Anda tetap merasa aman saat mengisi bahan bakar, berikut adalah beberapa tips jitu terhindar dari praktik kecurangan di SPBU:

1. Pastikan Meteran Dimulai dari Angka Nol

Ini adalah prosedur paling mendasar namun sering diabaikan. Sebelum petugas memasukkan tuas pengisi (nozzle) ke tangki kendaraan, pastikan layar monitor pada dispenser menunjukkan angka nol. Jangan segan untuk menegur petugas jika mereka belum mereset angka tersebut, karena sisa angka dari pengisian sebelumnya bisa menambah tagihan Anda secara tidak sah.

2. Hindari Membeli dengan Nominal Rupiah Bulat

Modus kecurangan tertentu terkadang dilakukan dengan memanipulasi sistem preset pada angka bulat seperti Rp50.000 atau Rp100.000. Untuk meminimalisir risiko manipulasi program, cobalah membeli dengan nominal ganjil atau berdasarkan satuan liter, misalnya 4,2 liter atau Rp53.500. Hal ini memaksa mesin bekerja secara manual tanpa mengikuti pola angka yang sering "diakali".

3. Perhatikan Gerak-Gerik Tangan Petugas

Waspadalah jika petugas terus-menerus menekan atau memain-mainkan tuas pengisi (nozzle) saat bahan bakar sedang mengalir. Teknik "memainkan" tuas ini secara berulang diyakini dapat menghentikan aliran cairan sementara namun angka di meteran tetap berjalan. Idealnya, petugas cukup menekan tuas sekali hingga terkunci (locked) dan membiarkannya berhenti secara otomatis saat sudah penuh.

4. Turun dari Kendaraan Saat Pengisian