POLA JABAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung ingin memastikan seluruh anak di Bandung bisa tumbuh sehat, cerdas, dan kuat. Oleh Karena itu Pemkot melakukan berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, seperti Kang Pisman, Buruan Sae, dan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat).
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan jika kesehatan anak harus menjadi gerakan bersama antara pemerintah dan masyarakat.
“Kita semua tentu berharap anak-anak di Kota Bandung tumbuh sehat, cerdas, dan kuat. Pemerintah terus berupaya, tapi keberhasilan ini sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat,” ujarnya, Selasa 18 November 2025.
Farhan juga menjelaskan jika masyarakat dapat ikut berperan mencegah stunting mulai dari menjaga lingkungan, memanfaatkan hasil pangan dengan bijak, hingga ikut mendukung tersedianya dapur sehat di wilayah masing-masing.
“Lingkungan yang bersih, pengelolaan pangan yang baik, dan kebiasaan makan sehat adalah langkah sederhana yang punya dampak besar. Warga bisa mulai dari rumah masing-masing,” tambahnya.
Program Dashat berasal dari anggaran Pemerintah Kota Bandung dan diprioritaskan untuk mendukung Bayi di Bawah Dua Tahun (Baduta), balita, serta ibu hamil berisiko stunting.
Masa baduta sebagai periode emas atau 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak di masa depan.
Farhan menilai, jika keberlanjutan Dashat di tingkat kelurahan sangat penting untuk bisa mencapai target kota.
“Harapan kami, setiap kelurahan yang memiliki Dashat bisa terus aktif mengolah dan menyediakan makanan sehat bagi keluarga berisiko stunting. Kalau kita konsisten, Bandung bisa menjadi Kota ‘Zero New Stunting’,” ucapnya.