POLA JABAR – Istilah avoidant attachment belakangan ramai dibicarakan di media sosial.

Banyak warganet menggunakan istilah ini untuk menjelaskan perilaku seseorang yang terlihat cuek, sulit terbuka, dan lebih suka menjaga jarak dalam hubungan.

Namun sebenarnya, avoidant attachment bukan sekadar “cuek” atau “dingin”. Istilah ini berasal dari teori psikologi yang menjelaskan bagaimana seseorang membentuk hubungan emosional dengan orang lain.

Berikut beberapa fakta menarik tentang avoidant attachment yang perlu diketahui.

1. Berasal dari Pola Asuh di Masa Kecil

Gaya avoidant attachment biasanya terbentuk sejak masa kanak-kanak.

Anak yang tumbuh dengan pengasuhan dingin, tidak responsif, atau jarang mendapatkan pelukan dan perhatian emosional, cenderung belajar bahwa menunjukkan perasaan adalah hal yang tidak aman.

2. Tampak Mandiri, tapi Sebenarnya Takut Terluka

Orang dengan avoidant attachment terlihat kuat dan tidak butuh orang lain.