POLA JABAR – ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) sering dikenal sebagai gangguan yang dialami anak-anak.

Namun, kondisi ini juga bisa berlanjut hingga dewasa dan menimbulkan gejala yang berbeda. Kurangnya pemahaman sering membuat ADHD pada orang dewasa terlewat atau disalahpahami.

Mengenali perbedaan ADHD pada anak dan dewasa penting agar orang tua, guru, dan lingkungan kerja dapat memberikan dukungan yang tepat.

1. Gejala Fisik vs Gejala Mental

  • Anak-anak: Ciri ADHD lebih terlihat secara fisik, misalnya hiperaktif, gelisah, sulit duduk diam, atau sering bergerak tanpa henti.
  • Orang dewasa: Hiperaktivitas fisik berkurang, digantikan dengan kegelisahan mental, perasaan tidak tenang, dan kesulitan menenangkan pikiran.

2. Fokus dan Konsentrasi

  • Anak-anak: Sulit fokus pada pelajaran, mudah terdistraksi, sering meninggalkan tugas setengah jadi.
  • Orang dewasa: Kesulitan manajemen waktu, sulit menyelesaikan proyek kerja, mudah terdistraksi oleh tugas lain, tetapi dapat mengalami hyperfocus pada hal yang diminati.

3. Impulsivitas

  • Anak-anak: Menginterupsi guru atau teman, sulit menunggu giliran, tindakan spontan.
  • Orang dewasa: Membuat keputusan finansial atau profesional secara impulsif, sulit menahan diri dalam diskusi atau konflik, kadang menimbulkan masalah hubungan.