POLA JABAR – Popularitas game online di kalangan anak-anak dan remaja semakin meningkat, mulai dari game ringan hingga permainan dengan unsur kekerasan seperti PUBG dan Free Fire.
Namun di balik keseruannya, game online juga dapat menimbulkan dampak negatif, seperti kecanduan, menurunnya prestasi belajar, hingga perubahan perilaku sosial.
Oleh karena itu, peran orang tua sangat penting dalam mengawasi dan membimbing anak agar tetap bermain dengan sehat dan seimbang.
1. Batasi Waktu Bermain Game
Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah menetapkan batas waktu bermain.
Orang tua dapat membuat kesepakatan, misalnya anak hanya boleh bermain 1–2 jam per hari setelah menyelesaikan tugas sekolah.
Dengan aturan yang jelas dan konsisten, anak akan belajar mengatur waktu antara hiburan, belajar, dan istirahat.
2. Kenali Jenis Game yang Dimainkan Anak
Orang tua perlu tahu game apa yang dimainkan anak.