POLA JABAR – Kita mungkin sering mendengar teguran dari orang tua atau kerabat saat sedang minum sambil berdiri.

Selain dianggap kurang sopan secara etika, banyak yang meyakini bahwa kebiasaan ini berbahaya bagi kesehatan, terutama dapat merusak fungsi ginjal karena air dianggap langsung "meluncur" tanpa disaring.

Namun, bagaimana tinjauan medis yang sebenarnya? Apakah posisi tubuh saat minum benar-benar berpengaruh besar terhadap kesehatan ginjal kita? Mari kita bedah faktanya.

Mitos: Air Langsung "Terjun" ke Ginjal Tanpa Disaring

Anggapan bahwa air yang diminum sambil berdiri akan langsung menabrak dinding ginjal atau tidak tersaring oleh tubuh adalah mitos.

Secara anatomi, air yang kita minum baik dalam posisi duduk maupun berdiri akan melalui jalur yang sama, yaitu kerongkongan, menuju lambung, lalu ke usus halus untuk diserap ke dalam aliran darah.

Setelah masuk ke sistem peredaran darah, barulah sisa cairan tersebut disaring oleh ginjal untuk dibuang melalui urine. Jadi, air tidak pernah "jatuh langsung" dari mulut ke ginjal.

Dampak Posisi Berdiri pada Sistem Pencernaan

Meski tidak merusak ginjal secara langsung, minum sambil berdiri memang memiliki beberapa pengaruh terhadap sistem tubuh lainnya: