POLA JABAR – Memasuki usia 20-an sering kali dianggap sebagai masa keemasan. Namun, bagi banyak orang, periode ini justru dipenuhi dengan kecemasan, kebingungan, dan perasaan tertinggal dibandingkan orang lain.
Jika kamu merasa terjebak dalam pertanyaan "Mau jadi apa aku nanti?" atau "Kenapa hidupku begini-begini saja?", kamu mungkin sedang berada dalam fase quarter life crisis.
Mari kita kenali lebih dalam mengenai fenomena ini dan cara melewatinya:
1. Definisi Quarter Life Crisis
Quarter life crisis adalah periode ketidakpastian dan pencarian jati diri yang biasanya dialami seseorang saat memasuki usia 20-an hingga awal 30-an.
Hal ini sering dipicu oleh tekanan transisi dari masa kuliah ke dunia kerja, tuntutan kemandirian finansial, hingga tekanan sosial untuk segera menikah atau sukses secara materi.
2. Gejala yang Sering Muncul
Setiap orang mengalami gejala yang berbeda, namun beberapa tanda umum yang sering dirasakan adalah:
- Merasa Terjebak: Baik dalam pekerjaan yang tidak disukai maupun dalam hubungan yang tidak berkembang.
- Social Comparison: Selalu membandingkan pencapaian diri sendiri dengan apa yang dilihat di media sosial milik orang lain.
- Cemas Berlebih: Takut akan masa depan dan merasa tidak memiliki tujuan hidup yang jelas.
- Kehilangan Motivasi: Menurunnya semangat untuk melakukan hal-hal yang dulu dianggap menyenangkan.