POLA JABAR - Banyak dari kita sering menganggap bahwa parfum adalah produk yang abadi. Semakin lama disimpan, semakin dianggap "matang" aromanya. Namun, benarkah demikian? Melansir data dari Healthline, nyatanya parfum memiliki masa pakai terbatas layaknya produk kecantikan lainnya. Meski tidak memiliki tanggal kedaluwarsa yang kaku seperti susu atau roti, komposisi kimia dalam parfum bisa berubah seiring berjalannya waktu.
Lantas, bagaimana cara kita mengetahui jika botol koleksi kesayangan sudah saatnya masuk kotak sampah?
Mengapa Parfum Bisa Kedaluwarsa?
Pada dasarnya, parfum adalah campuran kompleks dari minyak esensial, alkohol, dan bahan kimia aromatik. Proses yang paling bertanggung jawab atas kerusakan parfum adalah oksidasi. Ketika Anda menyemprotkan parfum, oksigen masuk ke dalam botol dan mulai memecah molekul kimia di dalamnya.
Perubahan ini biasanya terjadi lebih cepat pada parfum yang memiliki catatan aroma (notes) yang ringan seperti sitrus atau bunga-bungaan segar. Sebaliknya, aroma yang lebih berat seperti kayu-kayuan atau amber cenderung bertahan lebih lama karena molekulnya yang lebih stabil.
Ciri-Ciri Utama Parfum yang Sudah Rusak
Anda tidak perlu menjadi ahli kimia untuk mengetahui apakah parfum masih layak pakai. Cukup gunakan indra penciuman dan penglihatan Anda dengan memperhatikan tiga hal berikut:
1. Perubahan Aroma yang Mencolok
Tanda paling jelas adalah aromanya yang berubah. Parfum yang sudah kedaluwarsa seringkali mengeluarkan bau seperti cuka, atau aroma logam yang tajam. Beberapa orang juga melaporkan bahwa parfum mereka mulai tercium seperti bau plastik atau lemak yang tengik. Jika wanginya sudah tidak lagi memberikan sensasi segar seperti saat pertama kali dibeli, itu adalah sinyal merah.