POLA JABAR – Setelah bekerja keras menyelesaikan proyek besar atau berhasil melewati minggu yang melelahkan, wajar jika kita ingin memberikan penghargaan pada diri sendiri. Istilah populernya adalah self-reward. Namun, batas antara mengapresiasi diri dan pemborosan yang tidak terkendali sering kali sangat tipis.

Bagaimana cara melakukan self-reward yang sehat tanpa harus menguras isi rekening? Simak ulasannya berikut ini:

1. Apa Itu Self-Reward Sebenarnya?

Self-reward adalah bentuk validasi atas usaha yang telah kita lakukan. Tujuannya untuk menjaga motivasi dan kesehatan mental agar tidak mudah mengalami burnout. Masalahnya, banyak orang menggunakan label ini sebagai alasan untuk melakukan belanja impulsif (impulsive buying) pada hal-hal yang sebenarnya di luar kemampuan finansial mereka.

2. Bahaya Self-Harm secara Finansial

Alih-alih memberikan ketenangan, self-reward yang tidak terencana bisa berubah menjadi self-harm atau menyakiti diri sendiri secara jangka panjang. Jika kamu membeli tas mewah atau gawai terbaru dengan kartu kredit tanpa rencana pelunasan yang jelas, rasa senang tersebut hanya akan bertahan sebentar sebelum berganti menjadi stres akibat tagihan yang menumpuk.

3. Terapkan Aturan 24 Jam

Sebelum memutuskan untuk membeli sesuatu sebagai hadiah untuk diri sendiri, cobalah terapkan 24-hour rule. Tunggu selama sehari semalam sebelum melakukan transaksi. Jika setelah 24 jam keinginan tersebut masih ada dan memang sesuai anggaran, barulah kamu membelinya. Sering kali, keinginan tersebut hilang setelah emosi kita stabil.

4. Self-Reward Tidak Harus Selalu Mahal