POLA JABAR - Kayu manis merupakan salah satu rempah tertua dan paling populer di dunia. Di balik aroma harumnya yang menenangkan dan rasa manis pedas yang khas, kayu manis menyimpan segudang manfaat kesehatan, mulai dari sifat antiinflamasi hingga kemampuannya dalam membantu mengatur kadar gula darah. Namun, banyak konsumen yang belum menyadari bahwa tidak semua kayu manis yang beredar di pasaran adalah sama.
Mengacu pada data medis dari Medical News Today, kayu manis pada dasarnya berasal dari kulit bagian dalam pohon dari genus Cinnamomum. Secara garis besar, perdagangan dunia membagi rempah ini ke dalam dua kategori utama yang memiliki profil kimia dan dampak kesehatan yang sangat berbeda, yakni Ceylon dan Cassia.
1. Kayu Manis Ceylon (Cinnamomum verum)
Sering dijuluki sebagai "kayu manis sejati" (true cinnamon), varietas Ceylon berasal asli dari Sri Lanka dan bagian selatan India. Secara fisik, kayu manis Ceylon memiliki warna cokelat muda yang cerah. Teksturnya cenderung lebih halus, tipis, dan berlapis-lapis seperti cerutu yang mudah hancur jika ditekan.
Dari segi rasa, Ceylon menawarkan profil yang lebih lembut, manis, dan kompleks dengan sedikit sentuhan aroma sitrus. Keunggulan utama varietas ini di mata para ahli kesehatan adalah kandungan kumarin yang sangat rendah. Kumarin merupakan senyawa alami yang jika dikonsumsi dalam jumlah besar dapat bersifat toksik bagi hati dan ginjal. Oleh karena itu, kayu manis Ceylon sering dianggap sebagai pilihan yang lebih aman untuk konsumsi jangka panjang atau dalam dosis terapeutik.
2. Kayu Manis Cassia (Cinnamomum cassia)
Ini adalah jenis kayu manis yang paling banyak ditemukan di supermarket dan digunakan dalam industri makanan olahan karena harganya yang lebih ekonomis. Cassia, atau sering disebut kayu manis Cina, memiliki karakteristik fisik yang lebih kasar, tebal, dan keras. Warnanya cokelat gelap kemerahan dan biasanya hanya terdiri dari satu lapisan kulit yang tebal yang melingkar kuat.
Kayu manis Cassia memiliki aroma yang sangat tajam dan rasa pedas yang lebih kuat dibandingkan Ceylon. Hal ini disebabkan oleh kandungan cinnamaldehyde yang lebih tinggi. Namun, pengguna perlu berhati-hati karena Cassia mengandung kadar kumarin yang jauh lebih tinggi (sekitar 1% dibandingkan 0,004% pada Ceylon). Bagi individu yang sensitif atau mereka yang mengonsumsi kayu manis setiap hari dalam jumlah banyak, akumulasi kumarin dari jenis Cassia dapat menimbulkan risiko kesehatan pada organ hati.