POLA JABAR – Di tengah kesibukan pekerjaan atau tumpukan tugas, makan siang sering kali menjadi aktivitas yang dikorbankan.

Banyak yang beranggapan bahwa menunda makan siang hingga sore hari bukan masalah besar selama nanti "dirapel" saat makan malam. Padahal, kebiasaan ini adalah ancaman serius bagi kesehatan lambung.

Lambung manusia bekerja berdasarkan ritme sirkadian atau jam biologis. Ketika jam makan siang tiba, lambung akan secara otomatis memproduksi asam klorida untuk mencerna makanan.

Berikut adalah dampak buruk yang terjadi jika cairan asam tersebut tidak segera bertemu dengan asupan makanan:

1. Peradangan Dinding Lambung (Gastritis)

Jika lambung kosong dalam waktu lama saat jam makan, asam lambung yang bersifat korosif akan mulai mengiritasi dinding lambung sendiri. Jika ini terjadi berulang kali, dinding lambung akan mengalami peradangan atau gastritis. Gejalanya mulai dari rasa perih di ulu hati, mual, hingga perut kembung.

2. Penyakit Asam Lambung (GERD)

Terlalu sering membiarkan lambung kosong dapat melemahkan katup antara kerongkongan dan lambung. Akibatnya, asam lambung bisa naik kembali ke kerongkongan (reflux). Kondisi ini dikenal sebagai GERD, yang menimbulkan sensasi terbakar di dada (heartburn) dan rasa pahit di mulut.

3. Penurunan Fokus dan Energi