POLA JABAR - Bagi banyak orang, bulan Ramadan sering kali dianggap sebagai waktu yang tepat untuk menurunkan berat badan. Namun, kenyataannya justru sering terjadi sebaliknya.
Pola makan yang tidak terkontrol saat berbuka, konsumsi makanan manis yang berlebihan, serta penurunan aktivitas fisik justru kerap memicu kenaikan berat badan.
Mengacu pada prinsip kesehatan yang dikembangkan oleh Harvard Health, menjaga berat badan ideal selama berpuasa bukan berarti membatasi makan secara ekstrem, melainkan tentang mengatur kualitas asupan dan waktu konsumsi yang tepat. Berikut adalah strategi efektif untuk menjaga tubuh tetap ideal selama bulan suci.
1. Fokus pada Kualitas Nutrisi, Bukan Kuantitas
Salah satu kunci utama yang sering ditekankan dalam literatur kesehatan Harvard adalah pemilihan jenis makanan. Saat berbuka, tubuh membutuhkan asupan yang dapat mengembalikan energi tanpa memberikan beban kalori yang berlebih. Fokuslah pada makanan utuh (whole foods) daripada makanan olahan.
Mulailah berbuka dengan sumber serat dan protein ringan. Serat membantu memberikan rasa kenyang lebih cepat sehingga mencegah Anda makan secara berlebihan (overeating) saat hidangan utama disajikan. Protein, di sisi lain, sangat penting untuk menjaga massa otot agar tidak menyusut selama periode puasa.
2. Kendalikan Lonjakan Gula Darah
Sudah menjadi tradisi untuk berbuka dengan yang manis. Namun, asupan gula sederhana yang tinggi secara mendadak dapat menyebabkan lonjakan insulin. Insulin adalah hormon penyimpan lemak; ketika kadarnya melonjak tajam, tubuh akan cenderung menyimpan kalori sebagai lemak daripada membakarnya menjadi energi.
Jika ingin mengonsumsi makanan manis, pilihlah sumber alami seperti kurma atau buah-buahan segar. Kurma mengandung serat yang membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam darah.