POLA JABAR - Banyak orang beranggapan bahwa semakin keras bulu sikat gigi dan semakin kuat tekanan saat menyikat, maka gigi akan semakin bersih dari sikat dan noda. Namun, fakta medis justru menunjukkan hal yang sebaliknya. Menggunakan sikat gigi berbulu keras (hard bristles) ternyata menyimpan risiko kesehatan jangka panjang yang tidak bisa disepelekan.
Menurut pakar kesehatan gigi yang dilansir dari Healthline, penggunaan sikat gigi jenis ini secara rutin dapat menyebabkan kerusakan permanen pada struktur pelindung gigi dan kesehatan gusi. Berikut adalah beberapa risiko utama yang perlu Anda pahami.
1. Kerusakan Email Gigi (Abrasi)
Email gigi adalah lapisan terluar gigi yang berfungsi sebagai pelindung utama dari kerusakan. Meskipun email adalah jaringan terkeras di tubuh manusia, ia tidak tahan terhadap gesekan mekanis yang kasar dan berulang.
Menyikat gigi dengan bulu sikat yang keras dapat mengikis lapisan email ini sedikit demi sedikit. Kondisi ini dikenal dengan istilah abrasi gigi. Ketika email menipis, lapisan dentin yang berwarna lebih kuning akan terekspos, membuat gigi tampak kusam dan lebih rentan berlubang.
2. Resesi Gusi yang Menyakitkan
Selain merusak gigi, bulu sikat yang kaku juga menjadi musuh utama bagi jaringan gusi yang lembut. Tekanan berlebih dari bulu sikat keras dapat menyebabkan gusi menyusut atau menjauh dari permukaan gigi (resesi gusi).
Jika gusi turun, akar gigi yang sensitif akan terbuka. Hal ini tidak hanya mengganggu estetika senyum Anda, tetapi juga meningkatkan risiko infeksi dan membuat gigi menjadi goyang.
3. Gigi Menjadi Sangat Sensitif