POLA JABAR - Selama satu dekade terakhir, rokok elektrik atau vape kerap dipasarkan sebagai alternatif yang "lebih sehat" dibandingkan rokok konvensional. Namun, seiring berjalannya waktu, data ilmiah mulai menunjukkan sisi gelap yang mengkhawatirkan. Salah satu temuan paling signifikan dipublikasikan oleh American Journal of Preventive Medicine (AJPM), yang memperingatkan adanya keterkaitan kuat antara penggunaan vape dengan peningkatan risiko gangguan pernapasan kronis.

Penelitian ini menjadi pengingat keras bahwa meskipun tidak melibatkan pembakaran tembakau, uap yang dihasilkan oleh perangkat elektronik ini jauh dari kata tidak berbahaya.

Risiko Penyakit Paru Obstruktif Menanti

Berdasarkan studi yang melibatkan ribuan responden dalam jangka waktu panjang, para peneliti menemukan bahwa pengguna vape memiliki risiko yang jauh lebih besar untuk menderita penyakit pernapasan kronis seperti bronkitis kronis, emfisema, hingga asma. Yang lebih mengejutkan, risiko ini tetap tinggi bahkan jika pengguna tidak pernah menyentuh rokok konvensional sebelumnya.

Zat kimia dalam cairan vape, ketika dipanaskan, akan berubah menjadi aerosol yang mengandung partikel ultra-halus. Partikel-partikel inilah yang masuk jauh ke dalam jaringan paru-paru, memicu peradangan, dan menyebabkan kerusakan permanen pada kantong udara (alveoli).

Dampak Ganda bagi Pengguna "Ganda"

Fenomena yang sering terjadi di masyarakat adalah penggunaan ganda (dual users), di mana seseorang menggunakan vape sekaligus tetap merokok konvensional. Studi AJPM menekankan bahwa individu dalam kelompok ini menghadapi bahaya yang berlipat ganda. Bukannya mengurangi risiko kesehatan dengan beralih sebagian ke vape, mereka justru menumpuk dua jenis paparan toksik yang berbeda.

Kombinasi antara residu pembakaran rokok dan zat kimia sintetis dari vape menciptakan beban oksidatif yang berat pada saluran pernapasan. Hal ini mempercepat penurunan fungsi paru-paru dan meningkatkan kemungkinan terjadinya sesak napas kronis di usia yang relatif muda.

Zat Kimia dan Reaksi Peradangan