POLA JABAR - Menjumpai aroma napas yang kurang sedap saat pertama kali terbangun di pagi hari adalah pengalaman yang dialami oleh hampir semua orang. Umumnya, kita menganggap kondisi ini sebagai hal yang wajar akibat mulut yang terasa kering setelah ditinggal tidur semalaman. Biasanya, bau tidak sedap ini akan langsung sirna setelah kita menyikat gigi atau menggunakan cairan berkumur.

Namun, Anda perlu mulai waspada jika aroma menyengat tersebut tetap bertahan sepanjang hari, meskipun Anda sudah menyikat gigi dengan bersih. Bau mulut yang membandel atau kronis tidak boleh dianggap sepele, karena bisa jadi itu adalah alarm dini dari adanya gangguan kesehatan yang lebih serius di dalam tubuh.

Mengenal Halitosis Pagi Hari dan Mengapa Bisa Terjadi

Secara medis, kondisi aroma napas tidak sedap setelah tidur dikenal dengan istilah halitosis pagi hari. Saat kita terlelap, kelenjar air liur (saliva) mengalami penurunan produksi secara drastis. Padahal, air liur memiliki fungsi vital sebagai pembersih alami yang membilas sisa makanan dan mengontrol pertumbuhan bakteri di rongga mulut.

Ketika mulut menjadi kering, bakteri anaerob akan berkembang biak dengan sangat cepat. Bakteri-bakteri ini kemudian memecah protein dari sisa makanan atau sel-sel mati yang menempel di permukaan lidah. Proses pembusukan inilah yang memicu pelepasan senyawa sulfur dengan aroma yang menusuk.

Indikasi Masalah Gigi, Gusi, dan Rongga Mulut

Jika bau mulut tidak kunjung hilang setelah Anda beraktivitas, kemungkinan besar ada masalah lokal pada gigi dan gusi Anda.

Penumpukan plak yang dibiarkan lama-kelamaan akan mengeras menjadi karang gigi, yang menjadi sarang ideal bagi jutaan bakteri merugikan.

Karang gigi yang menumpuk berisiko memicu peradangan gusi (gingivitis) hingga infeksi jaringan penyangga gigi yang lebih parah (periodontitis).