POLA JABAR - Bawang merah adalah salah satu bahan dapur yang tidak hanya menambah cita rasa masakan, tetapi juga menyimpan kekuatan besar dalam mencegah dan melawan kanker. 

Penelitian medis, termasuk beberapa yang didukung oleh National Cancer Institute (NCI), menunjukkan bahwa bawang merah mengandung berbagai senyawa aktif yang memiliki efek anti-kanker.

Kandungan Senyawa Anti-kanker dalam Bawang Merah

Bawang merah kaya akan berbagai senyawa yang berperan sebagai antioksidan dan antikanker. Salah satu senyawa utama adalah quercetin, antioksidan kuat yang dapat melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas molekul yang dikenal sebagai penyebab utama terjadinya kanker. 

Quercetin juga dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker dan memicu kematian sel kanker secara terprogram (apoptosis).

Selain itu, bawang merah mengandung senyawa sulfur bioaktif, seperti allicin dan tiosulfinat, yang terbukti dapat menghambat pertumbuhan tumor dan mencegah sel kanker berkembang dan menyebar. 

Senyawa-senyawa ini bekerja dengan menghentikan pembelahan sel kanker dan mengurangi pembentukan pembuluh darah baru yang memberi nutrisi pada tumor.

Mekanisme Perlindungan dari Kanker

Menurut National Cancer Institute, sayuran dari keluarga Allium, yang meliputi bawang merah dan bawang putih, mampu mempengaruhi berbagai tahap pembentukan kanker.