POLA JABAR - Pengawetan makanan menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kualitas dan keamanan pangan. Dalam berbagai penelitian ilmiah, bawang merah (Allium cepa L.) telah terbukti memiliki sifat antimikroba yang efektif sebagai bahan pengawet alami.
Berbeda dengan bahan pengawet sintetis yang kadang menimbulkan kekhawatiran terhadap dampak kesehatan, bawang merah menawarkan alternatif yang lebih aman dan ramah lingkungan.
Sifat Antimikroba Bawang Merah
Bawang merah dikenal kaya akan senyawa sulfur, flavonoid, dan minyak atsiri yang berperan sebagai agen antimikroba. Senyawa-senyawa ini bekerja menghambat pertumbuhan bakteri dan mikroorganisme perusak makanan, sehingga dapat memperpanjang masa simpan produk pangan.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bawang merah efektif menekan bakteri pembusuk dan bakteri pembentuk histamin pada makanan segar seperti bakso dan ikan.
Studi Efektivitas Pengawet Alami
Penelitian di Laboratorium Bahan Alam Fakultas Sains Universitas Cokroaminoto Palopo menguji kombinasi ekstrak bawang merah dengan asam asetat sebagai pengawet alami pada bakso.
Hasilnya memperlihatkan bahwa pengawet alami ini mampu memperpanjang masa simpan bakso hingga 11 hari dengan konsentrasi 15% ekstrak bawang merah. Selain itu, penggunaan ekstrak ini tidak hanya menjaga kualitas mikrobiologis, tetapi juga diterima secara sensorik oleh konsumen.
Keunggulan Bawang Merah dibandingkan Pengawet Sintetis