POLA JABAR – Istilah Quiet Quitting belakangan ini menjadi fenomena yang kerap diperbincangkan di dunia kerja.
Bukan berarti mengundurkan diri secara resmi, quiet quitting adalah kondisi di mana seorang karyawan memutuskan untuk hanya melakukan tugas paling minimal sesuai deskripsi pekerjaan, tanpa adanya keinginan untuk memberikan usaha ekstra atau inisiatif lebih.
Meskipun sering dianggap sebagai cara menjaga kesehatan mental, jika dilakukan secara terus-menerus tanpa komunikasi yang baik, fenomena ini justru bisa menjadi bumerang bagi perjalanan karir Anda.
Berikut adalah tanda-tanda quiet quitting yang perlu Anda waspadai:
1. Menolak Tugas di Luar Deskripsi Pekerjaan
Tanda yang paling menonjol adalah keengganan untuk mengambil tanggung jawab baru, meskipun itu bisa menjadi peluang belajar. Seseorang yang melakukan quiet quitting cenderung menetapkan batasan yang sangat kaku dan menolak setiap permintaan kolaborasi yang dianggap bukan "urusan" mereka.
2. Berhenti Berpartisipasi Aktif dalam Rapat
Saat rapat, Anda lebih banyak diam dan tidak lagi memberikan ide atau masukan kreatif. Anda merasa bahwa suara Anda tidak akan mengubah apa pun, sehingga memilih untuk menjadi pengamat pasif dan hanya menunggu instruksi tanpa antusiasme.