POLA JABAR - Bagi para pencinta camilan gurih, kacang mede seringkali menjadi primadona. Rasanya yang creamy dan teksturnya yang renyah membuatnya sulit untuk berhenti dikunyah. Namun, di balik kelezatannya, muncul kekhawatiran klasik yang menghantui banyak orang: "Apakah makan kacang mede bisa memicu jerawat?"

Kaitan antara pola makan dan kesehatan kulit memang selalu menjadi topik hangat. Untuk menjawab keresahan ini, kita perlu melihat lebih dalam berdasarkan literatur medis, salah satunya merujuk pada prinsip yang sering dibahas dalam Journal of the American Academy of Dermatology (JAAD) mengenai pengaruh diet terhadap kondisi kulit atau acne vulgaris.

Selama puluhan tahun, kacang-kacangan sering dikambinghitamkan sebagai penyebab wajah berminyak dan berjerawat. Namun, secara klinis, kacang mede sebenarnya tidak secara langsung menyebabkan jerawat. Jerawat terjadi akibat penyumbatan pori-pori oleh sebum (minyak berlebih), sel kulit mati, dan bakteri.

Kacang mede sendiri mengandung nutrisi yang sangat baik, seperti magnesium, zat besi, dan lemak tak jenuh yang sehat bagi jantung. Jadi, menyalahkan kacang mede secara sepihak sebagai "biang kerok" jerawat adalah sebuah kekeliruan.

Jika secara medis kacang mede bukan penyebab langsung, mengapa beberapa orang merasa wajahnya berjerawat setelah mengkonsumsinya? Ada beberapa faktor yang dijelaskan dalam berbagai studi dermatologi:

1. Cara Pengolahan (Garam, Gula, dan Minyak) 

Masalah utamanya seringkali bukan pada kacang medenya, melainkan cara pengolahannya. Kacang mede yang dijual di pasaran biasanya digoreng dengan minyak kelapa sawit, ditaburi garam tinggi, atau bahkan dibalut tepung dan gula. Bahan-bahan tambahan inilah yang memiliki indeks glikemik tinggi, yang menurut para ahli dapat memicu lonjakan insulin dan peradangan pada kulit.

2. Indeks Glikemik dan Peradangan 

Berdasarkan ulasan dalam jurnal dermatologi, makanan dengan beban glikemik tinggi dapat merangsang hormon androgen dan Insulin-like Growth Factor 1 (IGF-1). Lonjakan hormon ini berpotensi meningkatkan produksi minyak di wajah, yang pada akhirnya memicu jerawat.