POLA JABAR - Bagi Anda yang sering begadang dan merasa sulit menahan godaan camilan manis atau makanan cepat saji keesokan harinya, Anda tidak sendirian. Fenomena ini bukan sekadar masalah kemauan, melainkan respons biologis yang didorong oleh kurangnya istirahat. 

Sebuah penelitian penting dari National Institutes of Health (NIH) mengungkapkan hubungan erat dan mengejutkan antara kualitas tidur yang buruk dengan perubahan drastis dalam preferensi dan pilihan makanan seseorang.

Kurang tidur, yang kini menjadi masalah global, terbukti memiliki dampak signifikan yang melampaui rasa lelah. Intinya, saat Anda kurang tidur, otak Anda seolah "disabotase" untuk memilih makanan yang tidak sehat.

1. Pergeseran Hormon Lapar dan Kenyang

Dampak paling langsung dan mendasar adalah adanya ketidakseimbangan pada dua hormon kunci yang mengatur nafsu makan: ghrelin dan leptin.