POLA JABAR - Vitamin C, atau dikenal juga sebagai asam askorbat, adalah nutrisi esensial yang sangat penting bagi fungsi tubuh manusia. Sayangnya, tubuh kita tidak dapat memproduksinya sendiri, sehingga asupannya harus dipenuhi setiap hari melalui makanan atau suplemen. Kekurangan vitamin C dalam jangka panjang bukanlah masalah sepele; ini dapat memicu serangkaian gejala serius yang puncaknya dikenal sebagai penyakit Skurvi (Scurvy).
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), vitamin C memiliki peran vital dalam beberapa proses biologis utama. Ketika asupan vitamin C di bawah ambang batas yang dibutuhkan, dampaknya mulai terasa di seluruh sistem tubuh, terutama pada jaringan yang membutuhkan kolagen.
Dampak Kekurangan Vitamin C pada Tubuh (Berdasarkan Sumber CDC)
Kekurangan vitamin C mempengaruhi tubuh secara bertahap. Pada tahap awal, gejalanya mungkin samar dan mudah diabaikan. Namun, seiring waktu, kondisinya akan memburuk dan mempengaruhi berbagai sistem organ.
1. Kelemahan Jaringan Ikat (Kolagen)
Peran utama vitamin C adalah sebagai kofaktor dalam produksi kolagen, protein yang berfungsi sebagai "perekat" yang menyatukan jaringan tubuh, termasuk kulit, gusi, sendi, dan pembuluh darah.
Masalah pada Kulit: Tanpa vitamin C yang cukup, kolagen yang dihasilkan menjadi lemah atau tidak stabil. Hal ini bermanifestasi sebagai kulit kering dan bersisik, serta munculnya bintik-bintik merah atau memar (petekie atau ekimosis) di sekitar folikel rambut akibat pendarahan di bawah kulit.
Kesehatan Gusi dan Gigi: Gusi menjadi bengkak, meradang, berwarna ungu, dan sangat rentan berdarah bahkan saat menyikat gigi. Pada kasus yang parah (Skurvi), gigi dapat menjadi longgar atau bahkan tanggal karena jaringan ikat yang menahan gigi melemah.
2. Kelelahan dan Perubahan Mood