POLA JABAR – Setelah seharian beraktivitas, mandi air hangat seringkali menjadi pilihan utama untuk melepas lelah.

Efek relaksasi yang diberikan air hangat dipercaya dapat menenangkan pikiran dan merenggangkan otot yang kaku.

Namun, di balik kenyamanan tersebut, muncul kekhawatiran bahwa mandi air hangat setiap hari bisa merusak kesehatan kulit.

Lantas, benarkah kebiasaan ini berbahaya, atau hanya perlu aturan main yang tepat? Simak penjelasan medis berikut ini.

Efek Air Hangat pada Lapisan Kulit

Secara alami, kulit manusia memiliki lapisan pelindung yang terdiri dari minyak alami (sebum) dan bakteri baik. Lapisan ini berfungsi untuk menjaga kelembapan serta melindungi kulit dari iritasi dan infeksi.

Masalah utama dari mandi air hangat setiap hari adalah suhunya.

Air yang terlalu panas dapat melarutkan minyak alami tersebut. Akibatnya, pelindung kulit melemah dan air di dalam sel kulit lebih cepat menguap. 

Hal inilah yang menyebabkan kulit menjadi kering, bersisik, bahkan terasa gatal setelah mandi.