POLA JABAR – Pernahkah Anda merasa sangat lelah setelah bekerja seharian, namun justru enggan memejamkan mata saat sudah di tempat tidur?

Bukannya beristirahat, Anda malah asyik scrolling media sosial atau menonton serial hingga larut malam. Fenomena ini dikenal dengan istilah Revenge Bedtime Procrastination.

Istilah ini merujuk pada kondisi di mana seseorang "membalas dendam" atas kurangnya kendali atas waktu mereka di siang hari dengan cara menunda tidur di malam hari demi mendapatkan sedikit waktu luang untuk diri sendiri.

Mengapa Kita Melakukannya?

Bagi banyak pekerja atau mahasiswa, siang hari sepenuhnya milik kantor, atasan, atau tugas kuliah. Malam hari menjadi satu-satunya waktu di mana mereka merasa memiliki kontrol penuh atas hidupnya. Namun, "balas dendam" ini justru menjadi bumerang bagi kesehatan mental dan fisik.

Dampak Buruk bagi Mental dan Tubuh

Menunda tidur demi hiburan sesaat bukan tanpa risiko. Berikut adalah beberapa alasan mengapa kebiasaan ini justru membuat Anda semakin stres di tahun 2026 ini:

  • Siklus Lelah yang Tidak Putus: Kurang tidur menyebabkan fungsi kognitif menurun. Akibatnya, keesokan harinya Anda bekerja lebih lambat, tugas menumpuk, dan Anda kembali merasa butuh "balas dendam" di malam berikutnya.
  • Hormon Kortisol Meningkat: Tubuh yang dipaksa terjaga saat seharusnya istirahat akan memproduksi hormon stres (kortisol) secara berlebih. Ini memicu kecemasan dan rasa gampang marah.
  • Penurunan Daya Tahan Tubuh: Tidur adalah waktu bagi tubuh untuk beregenerasi. Mengabaikannya berarti membiarkan sistem imun melemah, membuat Anda mudah jatuh sakit di tengah cuaca yang tidak menentu.

Cara Mengatasinya