POLA JABAR - Bawang bombai (Allium cepa) adalah bahan pokok di hampir setiap dapur di dunia. Namun, di balik peranannya sebagai penyedap masakan, tersimpan potensi farmasi yang luar biasa. Para peneliti kini fokus pada ekstraksi komponen bioaktif dari bawang bombai untuk dikemas dalam bentuk suplemen. 

Kekuatan utama bawang bombai terletak pada tingginya konsentrasi senyawa quercetin, salah satu flavonoid paling ampuh yang dikenal manusia. 

Mengubah bahan dapur sehari-hari ini menjadi suplemen adalah langkah maju dalam memanfaatkan nutrisi alami untuk pengobatan dan pencegahan penyakit.

Ekstrak bawang bombai semakin mendapat perhatian dalam dunia nutrisi karena kandungan fitokimia yang mudah diserap tubuh. Berbeda dengan mengkonsumsi bawang bombai mentah yang mungkin terasa menyengat atau hilang khasiatnya saat dimasak, suplemen menawarkan dosis terukur dan terstandardisasi dari senyawa aktif. 

Proses ekstraksi dilakukan untuk memekatkan zat-zat bermanfaat tersebut, terutama quercetin, menjadikannya pilihan yang efisien bagi mereka yang ingin mendapatkan manfaat kesehatan maksimal tanpa harus mengkonsumsi bawang dalam jumlah besar setiap hari.

Berbagai publikasi ilmiah, termasuk yang terbit di Journal of Nutrition, telah secara ekstensif meneliti manfaat ekstrak bawang bombai. Bukti-bukti yang ada menunjukkan bahwa suplemen ini memiliki potensi besar sebagai agen anti-inflamasi, pelindung jantung, dan pendukung sistem kekebalan tubuh. 

Riset-riset tersebut memberikan landasan ilmiah yang kuat, memindahkan bawang bombai dari ranah kuliner ke kategori nutraceutical yang diakui.

Inilah Beberapa Manfaat Utama Quercetin dalam Suplemen Bawang Bombai

1. Kekuatan Anti inflamasi