POLA JABAR - Selama ini, pembicaraan mengenai kepunahan sering kali didominasi oleh mamalia besar seperti gajah, harimau, atau badak. Padahal, di bawah kaki kita dan di sela-sela dedaunan, sedang terjadi krisis besar yang jauh lebih masif namun jarang disadari. Berdasarkan data terbaru dari IUCN Red List (International Union for Conservation of Nature), ribuan spesies serangga kini berada dalam status terancam punah.
Serangga sering kali dianggap remeh, bahkan dianggap hama. Namun, mereka adalah arsitek ekosistem. Tanpa serangga, proses penyerbukan tanaman pangan dunia akan terhenti, dan rantai makanan global akan runtuh.
Data IUCN menunjukkan adanya penurunan drastis populasi serangga secara global. Faktor utamanya tidak mengejutkan: hilangnya habitat akibat deforestasi, penggunaan pestisida yang berlebihan di lahan pertanian, serta perubahan iklim yang ekstrem.
Banyak serangga memiliki spesialisasi lingkungan yang sangat ketat. Ketika suhu berubah hanya satu atau dua derajat, atau tumbuhan inang mereka hilang, mereka tidak memiliki tempat untuk pergi. Inilah yang menyebabkan banyak spesies kini masuk ke kategori Critically Endangered atau Kritis.
Mengenal Spesies yang Berada di Ambang Kepunahan
Beberapa serangga ini mungkin belum pernah Anda dengar namanya, namun mereka memegang peran krusial di habitatnya masing-masing:
1. Belalang Ranting Lord Howe (Dryococelus australis)
Sering dijuluki sebagai "lobster darat", serangga ini sempat dianggap punah selama hampir 80 tahun sebelum ditemukan kembali di sebuah singkapan batu kecil di tengah laut. Saat ini, mereka adalah salah satu serangga paling langka di dunia dengan program penangkaran yang sangat ketat untuk mencegah kepunahan total.
2. Kupu-Kupu Queen Alexandra’s Birdwing